Poster Mengguncang
“Duk duk duk” bunyi meja saling bertabrakan. Dani yang hari itu ngantuk san hampir tertidur saat pelajaran pak joni tiba-tiba terbangun. Semuanya terasa bergoyang. Awalnya ia berpikir mungkin hanya temannya membuat lelucon. Tetapi saat ia melihat ke papan tulis, powerpoint gurunya yang di projeksikan juga bergerak-gerak. Di saat itu ia menyadari bahwa telah terjadi gempa. Dani dan seluruh kelasnya bergegas kebawah ke titik evaskuasi sekolah. Setelah beberapa detik gempa pun usai. Sesampai dibawah semua disuruh berbaris. Berdiri di barisan dani teringat gempa yang ia rasakan saat ia kelas 4 sd. Gempa yang ia rasakan dulu itu sampai membuat dinding sekolah retak.
Setelah pengunguman dari bmkg dikeluarkan bahwa gempa telah usai, semua murid disuruh kembali ke kelas. Hari pun berlanjut tetapi dani sekarang merasa berbeda, ia masih kepikiran tentang gempa tadi. Saat pulang sekolah ia menyalakan tv, melihat berita tentang gempa tadi siang. Kepala Berita bertuliskan “200 Korban Jiwa Gempa” Dan ratusan lagi mengalami luka-luka. Dani merasa iba melihat berita di tv. Ia merasa bahwa ia bisa melakukan sesuatu. “Ding” bunyi notifikasi dari ponselnya. Ada pesan dari sekretaris osis. Tak lupa Dani merupakan koordinator Sie.Kesenian OSIS, ia diminta membuat poster untuk membantu mencari dana untuk korban gempa siang tadi. Membaca itu, ia langsung bergegas membuat poster.
Berjam-jam dani mengutak-ngutik posternya. Ia hampir menyerah, tapi ia tahu harus selesai secepatnya. Jam sudah menandakan pukul 12 malam. Dani terus mengerjakan, sampai ia tertidur di mejanya. “Kok tangan aku basah ya” ia berpikir. Tangannya dani dijilat anjingnya membangunkan dia karena sudah pukul 6 pagi.
Comments
Post a Comment